Richarlison, Tumbuh Di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Brasil tidak pernah miskin bakat si kulit bundar, setiap tahun niscaya tumbuh satu per satu bintang gres salah satunya ialah Richarlison. Pemain kelahiran 10 Mei 1997 ini memang istimewa, lantaran tidak butuh waktu usang untuk dirinya dikenal dunia. Karirnya terbilang instan, bagaimana tidak, Richarlison hanya membutuhkan dua tahun untuk membuatnya melangkah dari tim Divisi II Brasil tuk menuju Liga Inggris.

Bermain di Premier League merupakan mimpiku semenjak kecil. Dan saya masih harus membiasakan diri melihat namaku tercetak di papan skor,” ujarnya

Bahkan ketika dirinya bermain untuk Everton, perfoma pun tak surut, justru ia tampil dengan gemilang dengan mencetak gol di setiap pertandingan. Sejauh ini ia layak disebut sebagai bintang brasil, apalagi usianya yang masih terbilang muda yakni 21 tahun. Lantas karir Richarlison yang gemilang ibarat kini terjadi bukan lantaran didukung akomodasi yang megah, tapi dibangun dari dongeng merana ala rakyat jelata.

Kampung Halaman Kelam, Kaprikornus Pengedar Narkoba Sudah Biasa Didengar

Brasil tidak pernah miskin bakat si kulit lingkaran Richarlison, Tumbuh di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Richarlison ibarat kami bilang tidak berasal dari lingkungan yang mapan dengan mempunyai support system yang baik. Villa Rubia, kampung halaman yang terletak di Nova Venecia  dikenal sebagai salah satu penghasil minyak di Brasil.

Tempat tersebut menjadi kawasan di mana ia tumbuh dewasa. Ironisnya tidak semua rekan sebayanya beruntung ibarat ia yang sedang menjajaki karir sebagai pesepakbola. Rekannya ada yang bekerja sebagai kuli tambang dan pengendar narkoba, sebuah potret kelam dalam hal mencari nafkah.

Banyak teman sekampung saya terjerumus narkoba, sebagian besar dari mereka masuk penjara. Saya kadang masih berbicara dengan mereka, tapi saya beruntung lantaran tidak terjerumus hal serupa,” kata Richarlison kepada FourFourTwo 2018 lalu.

Keluarganya pun juga bukan dari keluarga yang baik-baik, di mana orang tuanya bercerai ketika ia memasuki usia tujuh tahun. Richar pun pernah hidup dengan ayahnya kemudian menetap dengan ibunya di usianya yang ke-10 tahun.

Sebelum Kaprikornus Pemain Bola, Ia Mati-Matian Menghidupi Kelurga

Brasil tidak pernah miskin bakat si kulit lingkaran Richarlison, Tumbuh di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Saya terpaksa harus menjual permen dan es krim di jalanan dan bekerja di lapangan untuk membantu kedua orang tua. Saya melaksanakan itu lantaran semua orang melaksanakan apapun semoga mereka dapat mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola,” kata Richarlison.

Tingga bersama ibunda di Aguia Branca yang tak jauh dengan Nova Venecia, menciptakan kehidupan Richarlison semakin sulit. Apalagi ia harus membantu menafkahi empat orang adik, maka pekerjaan apapun dilakoni. Di sela-sela kehidupan yang berjalan miris, hanya sepakbola yang dijdikan hiburan.

Berkat Pemandu Bakat Talenta Richarlison Terasah Sedemikian Hebat

Brasil tidak pernah miskin bakat si kulit lingkaran Richarlison, Tumbuh di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Salah satu sosok yang mungkin menciptakan Richarlison berhutang kecerdikan ialah Renato Velasco yang melihat keajaiban dari dirinya ketika usia 16 tahun. Pebisnis, Pemandu bakat sekaligus Agen sepakbola ini secara jujur menyaksikan potensi Richarlison dalam beberapa kali didik tanding. Sejak ketika itu, ia yang tadinya bergabung dengan sekolah tinggi lokal, Real Noroeste hijrah ke America Mieneiro.

Saya akan membantumu lantaran kau punya potensi,” ungkap Velasco, yang hingga kini menjadi agen.

Belum genap 12 bulan ia berada di akademi, Richarlison pribadi dirpomosikan ke skuat senior. Setahun berikutnya, sempurna pada tahun 2015 klub tangguh Brasil Fluminense lansgung meminangnya. Dua animo gemilang, mengantarkan ia mulai merambah liga Inggris yang diawali berssama Watford. Sebelum pindah ke Evertor dengan banderol harga sebesar 45 juta euro.

Tak Rela Dibilang Instan Karena Semua Adalah Bagian dari Usaha dan Proses

Brasil tidak pernah miskin bakat si kulit lingkaran Richarlison, Tumbuh di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Hanya membutuhkan 5 tahun bekerja sama dengan Velasco, Richarlison disulap pribadi jadi pemain bintang. Dan hanya membutuhkan dua tahun untuk melangkah mahir dari Ateletico Mineiro hingga ke Everton. Tak ayal label pemain instan mengarah kepadanya.

Jika yang dibicarakan karier profesional, barangkali ya (instan). Di sekolah tinggi saya bahkan hanya main 11 pertandingan sebelum masuk ke skuat inti. Tapi ada proses panjang yang tak dapat saya jelaskan. Saya rasa itu ialah kerja keras, konsistensi, keyakinan, dan kekuatan mental untuk melewati cobaan berat,” tuturnya.

Komitmen Richarlison ialah penolakan, yakni menolak mengalah dan putus asa. Semua orang melihat dari sisi berlawanan, yakni di mana ia berhasil ke merantau ke beberapa klub besar.  Namun, jauh sebelum itu Richarlison ialah orang yang kerap gagal. Bahkan secara jujur ia telah berulangkali menjalani trial dan seluruhnya gagal.

Saya tidak punya jari yang cukup untuk menghitung siapa saja yang menolak saya. Di titik itu saya nyaris mengalah dan berhenti dari sepakbola,”

Paling Dinantikan, Membawa Brasil Menuju Juara

Brasil tidak pernah miskin bakat si kulit lingkaran Richarlison, Tumbuh di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Meskipun bersinar di klub, sebagaimana yang namanya pemain sepakbola niscaya menginginkan berada di skuat utama tim nasional. Membawa nama negara harum di kancah internasional ialah hal yang membanggakan bahkan layak disebut pendekar olahraga. Namun itu semua tak terwujud jika pemain tak masuk dalam daftar skuad tim utama.

Nah, hal ini juga terjadi kepada Richarlison di mana tayangan di televisi pada tanggal 17 Mei 2019 kemudian sedang mengumumkan daftar pemain untuk Copa America 2019. Keluarga besar Richarlison menyimak dengan seksama di ruang tamu, kondisi semakin tenang ketika pemain yang disebutkan sudah berada di urutan paling akhir.

Kemudian Tite, Pelatih Brasil menyebut namanya sebagai pemain ke-19 dan nama yang disebut ialah Richarlison de Andrade, sontak keluarga lompat kegirangan dan pribadi memberi selamat kepada Richarlison yang mengenakan seragam basket Lakers.