Menjadi Playboy Berpotensi Terkena Virus Herpes!

Gejolak pria untuk selalu dikagumi oleh setiap perempuan, mengkondisikan itu, lai laki akan berubah sebagai sosok yang paling piawai memikat perasaan. Yap, itulah playboy, kecenderungan untuk memikat perasaan setiap wanita menimbulkan dia kerap bergonta-ganti pasangan demi menerima pengakuan.

Tak ayal hal ini akan menciptakan playboy terkena virus herpes, yakni herpes genital. Meskipun tidak menimbulkan janjkematian namun virus herpes bersifat kronis dan sanggup bertahan selama bertahun-tahun atau sumur hidup. Penyakit ini menular lewat kontak seksual yang dilakukan pria dan perempuan. Bahaya dari virus ini ialah tetap bersarang di dalam tubuh, pengobatan supresi pun tidak sanggup membantu secara penuh.

Virus Herpes tidak sanggup diobati secara permanen, bila sudah terkena virusnya maka akan tetap ada di dalam tubuh. Obat-obatan yang ada kini hanya untuk mengurangi kekambuhan penyakit ini. Herpes Genital bersifat periodik, kemunculannya bergantung dari daya tahan badan pasien. Bagia pasien dewasa, Herpes Genital tidak sanggup berbahay dan menimbulkan janjkematian tapi teruntuk ibu hamil yang gres saja terkena virus HSV (Herpes Simplex Virus)  akan sangat berbahaya bagii bayinya,” ujar Dr. dr. Wresti Indriatmi SpKK(K), M.Epid pada seminar Tanggap Herpes Genital : “Kenali penyakitnya, Waspadai Penularannya” di Resto Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, 15 Mei 2019.

Meskipun tidak sanggup menimbulkan janjkematian namun penyakit yang termasuk dalam IMS (Infeksi Menular Seksual) itu harus dicegah, untuk itu bung perlu tahu juga kalau ada 2 tipe virus HSV. Virus HSV tipe 1 ditularkan lewat oral ke oral sedangkan tipe 2 melalui kegiatan seksual. Namun dengan semakin berkembangnya bentuk kegiatan seksual maka terkadang ditemuka HSV tipe 1 di area genital(kelamin).

Jadi meskipun tidak melaksanakan relasi intim, tak menutup kemungkinan terkena herpes alasannya ialah adanya kegiatan oral menyerupai ciuman hingga oral sex. Salah satu hal yang dibahas dan paling menarik ialah memakai kondom tidak menjamin 100% tercegah dari virus ini. Yang selama ini jadi mitos kalau penyakit seks sanggup dicegah lewat pengaman ternyata tidak sepenuhnya benar.

Herpes Genital tidak hanya menyerang fisik namun juga psikis. Rasa malu, tidak percaya diri ialah hal yang ditimbulkan dari penyakit ini dan sanggup mempengaruhi relasi antar pasangan. Pencegahan sanggup dilakukan dengan tidak berganti-ganti pasangan ketika melaksanakan relasi seksual, selalu menjaga kebersihan terutama pada area genital dan yang terpenting ketika menemukan tanda-tanda atau tanda herpes menyerupai sariawan di area genital segera konsultasi ke dokter,” imbuh Dr. Westi lagi.

Pada lelaki, biasa penyakit ini muncul di sekitar alat kelamin. Di ujung penis, dibawah buah zakar, dengan ditandai kulit melepuh yang berair. Sedangkan untuk perempuan, biasanya timbul di sekitar vagina, serviks, hinga area dubur.