Karena Jadi Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Sudah bukan lagi zamannya kaum hawa “Termakan” gombal rayuan, kini wanita lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal. Bukan mengkalsifikasikan bahwa wanita mata duitan, melainka tamparan bagi pria yang kerap merasa semua sanggup didapat hanya modal bujuk halus bersangkar rayu. Kini pria harus jadi sosok yang berarti dengan mempunyai harta yang banyak dan itu cara yang sempurna untuk mendapat hati si Nona.

Berbicara soal cinta memang terlalu abstrak jikalau tak ada upaya untuk hidup se-rumah dan membangun keluarga. Tapi membangun keluarga juga konyol jikalau tak mempunyai modal dan biaya. Apa cuma itu? tidak bung, jikalau cinta harus mempunyai rasa tanggung jawab, kesiapan untuk mempunyai pasangan, mantap untuk menetap dan iklhas menerika keadaan. Kalau sudah mempunyai itu semua barulah layak disebut cinta.

Kalau Saling Cinta dan Bung Ingin Bahagiakan Si Nona, Menikah Makara Jawabannya

 kini wanita lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal Karena Makara Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Eitss, kamu di situ tidak bilang secara penuh jikalau menikah jadi pangkal kebahagiaan dalam berpasangan. Kami juga paham bekerjsama watu dalam rumah tangga lebih tajam, dibanding masa-masa berpacaran. Tapi jikalau bung ingin bahagiakan si nona, bukan dengan kata-kata manis diselingi kebanggaan dan menciptakan si Nona nggak kesepian. Namun jadikan ia pasangan yang diajak membangun dalam ruamh tangga. Sebelum ada di tahap itu, bung harus siapkan segalanya dengan penuh ajaran matang.

Jangan Terlalu Banyak Gombal, Karena Kata-Kata Manis Tak Layak Dijual

 kini wanita lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal Karena Makara Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Kosa kata dalam merayu tidak perlu diperbanyak alasannya yakni tidak ada guna. Menjual rayuan kepada si nona yakni hal sia-sia. Bahkan baginya, bung tidak ada bedanya dengan pedagang asongan atau tukang kayu pinggir jalan yang biasa merayu demi dagangan laku. Makara jikalau benar-benar serius dengan pasangan jangan mengumbar cinta, alasannya yakni cinta tidak simpel menyerupai ketika diucapkan.

Tumbuh Sebagai Sosok Tegas, Siap Menikahi atau Menyudahi

 kini wanita lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal Karena Makara Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Dalam menghadapi pasangan bung hanya dihadapkan dua pilihan, antara siap menikahi atau belum siap maka sudahi (dengan kondisi nona sudah siap dipinang). Konon si nona yakni sosok yang baik dan mengerti akan keputusan bijak yang dipilih oleh pasangannya. Rasa duka niscaya ada apabila disudahi, tapi nona sudah dewasa, rasa duka itu akan terobati kala ia mengetahui bahwa memaksakan seseorang untuk menikah yakni hal yang menyulitkan bagi kedua sisi.

Berada di Posisi Siap dan Tidak Siap, Adalah Posisi yang Tak Bertanggung Jawab

 kini wanita lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal Karena Makara Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Bung tahukah kalian kenapa si nona kerap kesal dengan pria jaman sekarang? salah satu dari sekian balasan yakni alasannya yakni pria sangat plin-plan dan tidak ada rasa tanggung jawab. Tanggung jawabnya berada di ambang antara siap dan tidak. Ia tidak tahu akan menghargai perasaan orang lain ketika berada di posisi penuh tanya menyerupai si Nona. Pertanyaan “ini ia serius nggak ya?”, “Dia mainin saya ya?” , sudah ratusan kali melintas di kepala tanpa ada balasan pasti.

Klise, Kata “Aku Padamu” Akan Kalah Dengan “Aku Melamarmu”

 kini wanita lebih sadar bahwa cinta itu sesungguhnya butuh modal bukan hanya gombal Karena Makara Hartawan Lebih Manjur Gaet Nona Dibanding Cuma Modal Rayuan

Ini merupakan istilah yang kerap jadi meme di sosial media. Intinya, yang basa-basi dan hanya modal kesepakatan bakal kalah dengan yang pasti. Sejujurnya geli sih, tapi itu benar terjadi. Alasan yang cuma mengatakan kesepakatan alasannya yakni belum siap mulai dari mental dan finansial. Maka dari itu perbanyak skill pertinggi karir (meskipun kami tahu itu tak simpel kok bung). Bukan dengan asah skill gombal sana-sini.